Home » Internasional » Ahli Khawatirkan Tingkat Kecepatan Penyebaran Virus Misterius China
Passengers wearing masks walk under a train information board at the Beijing West Railway Station, ahead of the Chinese Lunar New Year, in Beijing, China January 20, 2020. REUTERS/Stringer

Ahli Khawatirkan Tingkat Kecepatan Penyebaran Virus Misterius China

HARIANPEKANBARU.COM – Spesialis epidemi dan direktur penyakit menular di Wellcome Trust, Jeremy Farrar mengaku khawatir dengan kecepatan penyebaran virus misterius China. Wellcome Trust adalah sebuah badan amal yang fokus pada penelitian di bidang kesehatan yang berbasis di London, Inggris.

Farrar mengatakan, Wuhan, yang merupakan asal virus tersebut, adalah salah satu kota terbesar dan merupakan penghubung antara wilayah-wilayah di China dan juga China ke luar negeri. Dia menyebut, dengan tingginya mobilitas jelang Tahun Baru Imlek, dikhawatirkan penyebaran virus ini sulit untuk dikendalikan.

“Wuhan adalah penghubung utama dan dengan dengan bepergian adalah bagian besar dari Tahun Baru Imlek yang semakin dekat, tingkat kekhawatiran harus tetap tinggi. Masih banyak yang akan datang dari wabah ini,” ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (21/1/2020).

Sementara itu, Presiden China, Xi Jinping mengatakan menghentikan wabah dan menyelamatkan nyawa adalah prioritas. Pernyataan ini datang ketika jumlah pasien meningkat lebih dari tiga kali lipat dan adanya orang ketiga yang meninggal karena virus tersebut.

“Kehidupan dan kesehatan masyarakat harus diberi prioritas utama dan penyebaran wabah harus diatasi dengan tegas,” kata Jinping dalam sebuah pernyataan.

Virus ini sendiri diketahui telah terdeteksi di luar China, tepatnya di Korea Selatan (Korsel). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korsel, mengatakan bahwa pasien itu adalah seorang wanita China berusia 35 tahun yang terbang dari Wuhan, China ke bandara internasional Incheon, akhir pekan lalu.

Para ahli medis sendiri masih berjuang untuk memahami jenis baru virus korona ini, tetapi kaitannya dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah memicu peringatan. SARS berasal dari China selatan pada tahun 2002 sebelum menyebar ke Hong Kong dan tempat lain di dunia yang menginfeksi ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 800 orang tewas.

Virus korona biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas mulai dari akut, sedang, hingga ringan seperti flu biasa. Namun, juga dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah, sehingga menyebabkan pneumonia atau bronkitis. (hpc/sindo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ajak Masyarakat Dunia Peduli Warga Rohingiya, Malala: Saya Harap Suu Kyi Menanggapinya Pula

HARIANPEKANBARU.COM – Kekerasan dan kekejaman yang dialami kaum Rohingiya di Myanmar menjadi perhatian banyak pihak ...